Friday, April 23, 2010
Ini sebenarnya cerita saat-saat menunggu Papa datang dari Padang naik pesawat di Bandara Soekarno Hatta. Kepergian Papa ke Padang selama 5 hari. Papa dapat tugas 'silat' untuk diskusi 'omong-omong' soal silat dan melihat bagaimana silat di Padang.

Waktu Papa berangkat aku gak mengantar ke bandara, Papa gak tega kalau Mama harus nyetir sendiri (meskipun ditemani aku) saat pulangnya. Kan jauh, kata Papa. Oke deh, nanti waktu Papa pulang siap-siap jemput yaa....
Rasa kecewa gak ngantar Papa terobati dengan kiriman foto Papa waktu sampai di bandara di Padang, dan perjalanan Papa ke tempat penginapan.
Wah, ternyata perjalanan Papa menuju ke Batu Sangkar tempat penginapan Papa tidaklah mulus, karena terganjal oleh parahnya jalan di Lembah Anai karena terjadinya longsor beberapa hari yang lalu. Terpaksa Papa dan rombongan berputar arah lewat Solok yang jarak tempuhnya mencapai kira-kira 200 km, begitu cerita Papa.
Belum genap 2 hari Papa pergi, aku udah kangen Papa, Mama juga udah kangen tuh.... Aku kangen main 'dibanting-banting' Papa. Aiiih, jangan mikir yang nggak-nggak ya. Papa sih ngejatuhin akunya pelan-pelan, di kasur lagi... Tapi aku senang. Kalau sama Mama, Mama gak kuat harus nopang aku di punggung.
Sudah 2 malam ini aku dan Mama telpon Papa, bagaimana Papa di sana. Lumayanlah untuk mengobati rasa kangen....Rasa kangenku, juga kangennya Mama terobati lagi dengan kiriman foto Papa waktu di air terjun lembah Anai.... Memang beda siih dengan saat belum kena longsor, setelah melihat hasil search di internet. Foto dibawah ini didapat dari http://blog.unsri.ac.id/permato/berita/foto-lembah-anai-setelah-bencana-longsor/mrdetail/9223.
Akhirnya tiba juga hari Papa akan pulang. Aku, mbak Aya, Abang Radi, dan tentunya Mama siap menjemput ke bandara Soekarno Hatta. Berita dari Papa pesawat dari Padang akan berangkat jam 15.05. Aku dan rombongan berangkat kira-kira jam setengah 3, lebih cepat setengah jam dari keberangkatan Papa. Karena Mama berjanji akan mengajakku ke lantai atas tempat penjemputan, mau lihat pesawat-pesawat yang datang dan pergi dan melihat kegiatan pekerja-pekerja di bandara.
Ternyata banyak macam-macam nama pesawat (red: maskapai penerbangan). Aku jadi tahu juga, dimana tempat penumpang pesawat menunggu sebelum pesawat datang. Penumpang ternyata harus melewati 'terowongan' untuk mencapai pesawat, begitu juga bila datang dari bepergiannya.


Dan... ada juga mobil pengangkut barang-barang untuk dibawa masuk dan keluar ke dan dari pesawat. Aku sempat melihat ada barang berupa anak ayam yang tercecer, kasihan petugasnya harus memunguti satu-satu, untung tak begitu banyak ayam yang tercecer....
Tuch dia pesawat Papa datang.... Setelah menunggu hampir 2 jam pesawat Papa mendarat juga. Ternyata pesawat Papa berangkat terlambat 1 jam dari jadwal yang ditentukan. Lumayanlah ada waktu buat aku untuk mengeksplorasi bandara lebih banyak lagi.

Mama sudah memperkirakan mendaratnya pesawat Papa, karena ternyata Mama sudah tahu kalau Papa ditunda keberangkatannya. Jadi ketika ada satu maskapai pesawt papa akan mendarat Mama sudah memberi tahuku. "Din, itu lihat ada pesawat yang mau mendarat. Kayaknya itu pesawat yang Papa naiki." Aku benar-benar memperhatikan bagaimana pesawat itu turun dan sampai mendarat. Kemudian berputar arah sambil jalan perlahan-lahan, dan akhirnya berhenti. Tak lama pesawat berhenti, Papa memberi kabar kalau Papa sudah landing. Alhamdulillah, akhirnya Papa sampai kembali dengan selamat. Dan kami siap melepas kangen.
Waktu Papa berangkat aku gak mengantar ke bandara, Papa gak tega kalau Mama harus nyetir sendiri (meskipun ditemani aku) saat pulangnya. Kan jauh, kata Papa. Oke deh, nanti waktu Papa pulang siap-siap jemput yaa....
Rasa kecewa gak ngantar Papa terobati dengan kiriman foto Papa waktu sampai di bandara di Padang, dan perjalanan Papa ke tempat penginapan.
Wah, ternyata perjalanan Papa menuju ke Batu Sangkar tempat penginapan Papa tidaklah mulus, karena terganjal oleh parahnya jalan di Lembah Anai karena terjadinya longsor beberapa hari yang lalu. Terpaksa Papa dan rombongan berputar arah lewat Solok yang jarak tempuhnya mencapai kira-kira 200 km, begitu cerita Papa.
Belum genap 2 hari Papa pergi, aku udah kangen Papa, Mama juga udah kangen tuh.... Aku kangen main 'dibanting-banting' Papa. Aiiih, jangan mikir yang nggak-nggak ya. Papa sih ngejatuhin akunya pelan-pelan, di kasur lagi... Tapi aku senang. Kalau sama Mama, Mama gak kuat harus nopang aku di punggung.
Sudah 2 malam ini aku dan Mama telpon Papa, bagaimana Papa di sana. Lumayanlah untuk mengobati rasa kangen....Rasa kangenku, juga kangennya Mama terobati lagi dengan kiriman foto Papa waktu di air terjun lembah Anai.... Memang beda siih dengan saat belum kena longsor, setelah melihat hasil search di internet. Foto dibawah ini didapat dari http://blog.unsri.ac.id/permato/berita/foto-lembah-anai-setelah-bencana-longsor/mrdetail/9223.
Akhirnya tiba juga hari Papa akan pulang. Aku, mbak Aya, Abang Radi, dan tentunya Mama siap menjemput ke bandara Soekarno Hatta. Berita dari Papa pesawat dari Padang akan berangkat jam 15.05. Aku dan rombongan berangkat kira-kira jam setengah 3, lebih cepat setengah jam dari keberangkatan Papa. Karena Mama berjanji akan mengajakku ke lantai atas tempat penjemputan, mau lihat pesawat-pesawat yang datang dan pergi dan melihat kegiatan pekerja-pekerja di bandara.Ternyata banyak macam-macam nama pesawat (red: maskapai penerbangan). Aku jadi tahu juga, dimana tempat penumpang pesawat menunggu sebelum pesawat datang. Penumpang ternyata harus melewati 'terowongan' untuk mencapai pesawat, begitu juga bila datang dari bepergiannya.
Dan... ada juga mobil pengangkut barang-barang untuk dibawa masuk dan keluar ke dan dari pesawat. Aku sempat melihat ada barang berupa anak ayam yang tercecer, kasihan petugasnya harus memunguti satu-satu, untung tak begitu banyak ayam yang tercecer....
Mama sudah memperkirakan mendaratnya pesawat Papa, karena ternyata Mama sudah tahu kalau Papa ditunda keberangkatannya. Jadi ketika ada satu maskapai pesawt papa akan mendarat Mama sudah memberi tahuku. "Din, itu lihat ada pesawat yang mau mendarat. Kayaknya itu pesawat yang Papa naiki." Aku benar-benar memperhatikan bagaimana pesawat itu turun dan sampai mendarat. Kemudian berputar arah sambil jalan perlahan-lahan, dan akhirnya berhenti. Tak lama pesawat berhenti, Papa memberi kabar kalau Papa sudah landing. Alhamdulillah, akhirnya Papa sampai kembali dengan selamat. Dan kami siap melepas kangen.
Sunday, January 24, 2010
Aku seneng banget kalau difoto-foto. Kebetulan mamaku kegiatannya menjual batik-batik, ada baju batik untuk anak-anak, untuk mama-mama, untuk papa-papa, untuk opa dan oma juga ada. Selain itu juga ada kain-kain dan macam-macam accesories batik.
Nah, kali ini aku berpose memakai batik-batik yang dijual Mama. Ceritanya jadi model cilik. Klik..., klik..., klik...!! Lucu dan imut kan?

Lain waktu aku juga berpose dengan mbak Aya, kakakku yang cantik dan baik hati. Mbak Aya juga suka difoto-foto. Samaaa aja....

Di bawah ini adalah foto awal mula Mama mengelola batik, aku masih mungil dan selain bersama Mbak Aya aku foto bersama Abang Radi, abangku yang susaaah banget difoto. Abang gak suka difoto katanya. Tapi di sini lumayanlah, Abang mau tertawa lepas, hehehe.... Abangku yang ganteng dan suka jahilin aku kadang aku sampai nangis, tapi aku tetep sayang Abang.
Nah, kali ini aku berpose memakai batik-batik yang dijual Mama. Ceritanya jadi model cilik. Klik..., klik..., klik...!! Lucu dan imut kan?

Lain waktu aku juga berpose dengan mbak Aya, kakakku yang cantik dan baik hati. Mbak Aya juga suka difoto-foto. Samaaa aja....

Di bawah ini adalah foto awal mula Mama mengelola batik, aku masih mungil dan selain bersama Mbak Aya aku foto bersama Abang Radi, abangku yang susaaah banget difoto. Abang gak suka difoto katanya. Tapi di sini lumayanlah, Abang mau tertawa lepas, hehehe.... Abangku yang ganteng dan suka jahilin aku kadang aku sampai nangis, tapi aku tetep sayang Abang.
Monday, November 09, 2009
Dinda minta diganti "jam dinding"nya yang sebelumnya berbentuk belahan jeruk sunkist. Dinda bilang itu ga ada angkanya Ma, aku kan gak bisa bacanya. Jadi aku gak tau sudah jam berapa sekarang.
Oke deh sayang, sekarang Mama ganti dengan bentuk jam yang ada angka-angkanya ya. Jadi, Dinda bisa tahu sudah jam berapa saat membuka blog ini. Yuuk kita lihat jam dinding Dinda yang baru...
Oke deh sayang, sekarang Mama ganti dengan bentuk jam yang ada angka-angkanya ya. Jadi, Dinda bisa tahu sudah jam berapa saat membuka blog ini. Yuuk kita lihat jam dinding Dinda yang baru...
Monday, October 26, 2009
Kami sekeluarga menghaturkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H. Mohon dimaafkan kalau ada salah-salah ucap atau mungkin ada perbuatan kami yang tidak berkenan."
Seperti tahun-tahun yang lalu, kami sekeluarga biasa sholat id di lapangan RCTI. Sepulang dari sholat id nyempetin berpose dulu nih.... Gimana, gayaku mantapzz kan?
Ini gayaku waktu sholat id, aku belum betah nih pake kerudung lama-lama.

Setelah makan sajian lebaran berupa ketupat dan pelengkapnya serta istirahat sebentar kami sekeluarga lalu mengunjungi saudara-saudara Papa yang lebih tua. Waktu berkunjung ke tempat keluarga tante Aji, 3 cewe jagoan sempet ber-narsis ria sejenak. Klik...!! He he he ....

Oke, selamat berlebaran juga ya untuk teman-teman yang merayakan. Sorry nih, telat postingnya. Tapi karena ingin berbagi sedikit cerita kepada teman-teman, yaa...tancap teruuus. Hehehe....
Seperti tahun-tahun yang lalu, kami sekeluarga biasa sholat id di lapangan RCTI. Sepulang dari sholat id nyempetin berpose dulu nih.... Gimana, gayaku mantapzz kan?
Ini gayaku waktu sholat id, aku belum betah nih pake kerudung lama-lama.
Setelah makan sajian lebaran berupa ketupat dan pelengkapnya serta istirahat sebentar kami sekeluarga lalu mengunjungi saudara-saudara Papa yang lebih tua. Waktu berkunjung ke tempat keluarga tante Aji, 3 cewe jagoan sempet ber-narsis ria sejenak. Klik...!! He he he ....
Oke, selamat berlebaran juga ya untuk teman-teman yang merayakan. Sorry nih, telat postingnya. Tapi karena ingin berbagi sedikit cerita kepada teman-teman, yaa...tancap teruuus. Hehehe....
Sunday, October 25, 2009
Lagi nguprek-nguprek video lama, eeh ... Mama lihat video latihan nari Dinda waktu masih play group menjelang kenaikan kelas ke TK A, sekitar bulan Mei 2007.
Di sini aku bersama teman-teman menari diiringi lagu gundul-gundul pacul. Teman-teman yang menari bersamaku Ola(*play group), Keisha(*play group), dan Shazma (*play group). Masih ada kakak Adel yang rambut keriting (*play group), kakak Adin (*TK A), kakak Fira (*TK A), dan kakak Gysca (*TK B).
Note: (*) tingkat kelas saat latihan menari.
Note: (*) tingkat kelas saat latihan menari.
Labels:
kegiatan sekolah,
saraswati preschool
Tuesday, October 20, 2009
Sunday, September 06, 2009
Hari ini untuk berbuka puasa Dinda bantuin Mama masak puding. Kata mama kebetulan di kulkas ada nangka potongan sisa membuat sup buah dan ada 2 potong labu. Iseng-iseng buat puding dari labu dan nangka. Masakan puding kali ini kami beri nama "Puding Labu Nangka Cihuiii...". Mengapa cihuiii..., karena cihuiii enaknya. He he he he....
Buat apa ya untuk bekal Dinda?.... Mama lagi bingung nih.
Yess!! Ada ide buat bentuk-bentuk dari roti tawar. Dinda mau kan? "Mau donk, Ma...," begitu jawaban Dinda.
Nah, teman-teman ini bekal Dinda dalam beberapa hari ini yang berisi "bentuk-bentuk". Ada circle, threeangle, ada yang bulat-bulat juga tuh... Selamat menikmati gambarnya. Hehehe....


Yess!! Ada ide buat bentuk-bentuk dari roti tawar. Dinda mau kan? "Mau donk, Ma...," begitu jawaban Dinda.
Nah, teman-teman ini bekal Dinda dalam beberapa hari ini yang berisi "bentuk-bentuk". Ada circle, threeangle, ada yang bulat-bulat juga tuh... Selamat menikmati gambarnya. Hehehe....


Sunday, August 30, 2009

17 Agustus tahun empat lima
Itulah Hari Kemerdekaan kita
Hari Merdeka Nusa dan Bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia... mer... de... ka...
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita
Itulah lagu "Hari Merdeka" Republik Indonesia karya Eyang H. Mutahar, negara kita tercinta. Di perayaan ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-64 ini, Saraswati Preschool, sekolahanku menyelenggarakan upacara bendera dan beberapa lomba. Kebetulan saat upacara bendera aku mendapat tugas untuk menjadi kelompok pengibar bendera Merah Putih bersama Gde dan Shazma.

Hari ini, Sabtu 11 Juli 2009 Kak Pipit jadi Pengantin. Mama dapet seragam, aku dan mbak Aya ga dapet. Akhirnya mama berinisiatif menjahitkan busana untuk aku dan mbak Aya yang sepadan dengan Mama. Seperti ini nih jadinya. Di sini aku foto bareng Kak Hesti, Mbak Aya, Tante Nani, Tante Jijah, dan tentu saja Mama-ku sayang.

Penjahitnya Tante Meta, mamanya dik Putra. Kalau mbak Aya pakai rok panjang aku pakai rok pendek, bahannya sama sih dari bahan songket juga. Mama beli bahan-bahannya di Pasar Mayestik, lumayan harga di sana agak miring. Atasannya pake kebaya modern, sengaja dibuat lengan pendek biar keliatan seger dan khas anak-anak. Cakep kan.... Makasih Tante Meta atas kreasinya.


Penjahitnya Tante Meta, mamanya dik Putra. Kalau mbak Aya pakai rok panjang aku pakai rok pendek, bahannya sama sih dari bahan songket juga. Mama beli bahan-bahannya di Pasar Mayestik, lumayan harga di sana agak miring. Atasannya pake kebaya modern, sengaja dibuat lengan pendek biar keliatan seger dan khas anak-anak. Cakep kan.... Makasih Tante Meta atas kreasinya.

Horeee...., Papa mau ajak skeluarga nonton "Ice Age 3". Mau...! Mau...! Mau...! Kayaknya filmnya lucu dan tontonan yang pas buat aku. Kali ini Papa ngajakin nonton di Citraland. Siiip!

Ice Age 3 bercerita tentang Scrat si tupai yang masih terus berusaha mendapatkan buah ek kesayangannya (yang tiap kali didapatkan ga pernah dimakan, cuma dipeluk doang) yang ditemani Scratte, seekor tupai betina. Selanjutnya ada kisah Manny menantikan kelahiran anak pertamanya dari Ellie. Hal ini membuat Sid merasa iri dan ingin mempunyai anak juga untuk diasuh. Masalah dimulai ketika secara tidak sengaja Sid menemukan telur-telur anak dinosaurus dan dia mengasuhnya hingga menetas. Ibu dari ketiga bayi dinosaurus tersebut lantas mengamuk dan mengambil kembali anaknya. Lantas, Sid tidak mau melepas ketiga anak bayi dinosaurus tersebut dan terbawa ke dunia bawah tanah, dunia di mana dinosaurus masih hidup. Manny dan kawan-kawan pun memutuskan untuk ikut ke dunia bawah tanah tersebut untuk menyelamatkan Sid.

Ice Age 3 bercerita tentang Scrat si tupai yang masih terus berusaha mendapatkan buah ek kesayangannya (yang tiap kali didapatkan ga pernah dimakan, cuma dipeluk doang) yang ditemani Scratte, seekor tupai betina. Selanjutnya ada kisah Manny menantikan kelahiran anak pertamanya dari Ellie. Hal ini membuat Sid merasa iri dan ingin mempunyai anak juga untuk diasuh. Masalah dimulai ketika secara tidak sengaja Sid menemukan telur-telur anak dinosaurus dan dia mengasuhnya hingga menetas. Ibu dari ketiga bayi dinosaurus tersebut lantas mengamuk dan mengambil kembali anaknya. Lantas, Sid tidak mau melepas ketiga anak bayi dinosaurus tersebut dan terbawa ke dunia bawah tanah, dunia di mana dinosaurus masih hidup. Manny dan kawan-kawan pun memutuskan untuk ikut ke dunia bawah tanah tersebut untuk menyelamatkan Sid.
ada juga Buck, seekor musang pendekar yang terobsesi untuk menaklukkan musuh abadinya, seekor dinosaurus bernama Rudy. Maka dari itu, rombongan Manny dan kawan-kawan dibantu Buck bertualang di dunia reptil raksasa bawah tanah untuk menyelamatkan Sid.
Ternyata filmnya lucu dan mengajarkan kesetiakawanan.
Selesai nonton, jalan-jalan lagi. Aku pengen mewarnai, kebetulan tempatnya ada di sebelah panggung. Aku mewarnai sampai selesai lalu pulang deh...


Mumpung ada Bobo Fair ajak Mama ah jalan-jalan ke sana, hitung-hitung mengisi liburan dengan hal yang bermanfaat, bermain sambil belajar...!
Aku sama Abang sempat bermain 'robotik'. Itu lho permainan yang memasang bagian - bagian robot dari lego. Tapi, di tempat ini kita juga bisa kursus membuat robot juga lho, memang tidak di arena Bobo Fair ini tetapi ada tempat khusus untuk belajarnya.


Sementara aku dan Abang bermain, Mama dan Mbak Aya cari makanan untuk mengisi perut yang memang sudah mulai menggelitik dinding-dinding perutku.
Selesai maem kami ke arena .... lupa nama tempatnya. Yang pasti di sana nanti akan ada Ibu Ir. Shoba Dewey Chugani, M.Si (direktur sekolahku di Saraswati) yang akan sharing mengenai bukunya "Anak yang Bermain, Anak yang Cerdas", nonton ah....
Woooow...!!! Ternyata di dalam ruangan ini banyak badutnya, ee eeh... aku kan takuut.... Akhirnya bila saat akan melewati badut aku berjalan bersembunyi di belakang Mama, supaya gak ngeliat. Hii...! Selamet.... Karena banyak bangku kosong yang sudah ditata di depan panggung aku, Mama, Abang, dan Mbak Aya duduk deh.... Aku lihat dikejauhan Bu Shoba dengan Kak Helen dan Kak Ros sedang bersiap-siap untuk tampilan Bu Shoba. Beberapa saat kemudian Bu Shoba tampil. Tapi gak lama mendengarkan Bu Shoba berbicara dan ditanya-tanya om MC aku kok ga betah ya. "Ma, main aja yuuuk...," ajakku ke Mama.

Pilihan permainanku kali ini adalah membuat kalung, menghias cookies, dan mengecat kotak kue. Asyiiik....!



Selesai bermain sambil belajar aku pengen ke panggung lagi. Yaaa, bu Shoba sudah selesai. Tapi seru juga nich, ada kakak-kakak kecil yang menyanyi juga menari. Kecil-kecil sudah puya kepandaian, hebat ya.... Karena sudah siang dan sudah lelah kami pulang deh. Thank you ya Ma, aku udah diajak jalan-jalan ke Bobo Fair, aku senang deh.... Muuuaaach..., buat Mama.
Aku sama Abang sempat bermain 'robotik'. Itu lho permainan yang memasang bagian - bagian robot dari lego. Tapi, di tempat ini kita juga bisa kursus membuat robot juga lho, memang tidak di arena Bobo Fair ini tetapi ada tempat khusus untuk belajarnya.
Sementara aku dan Abang bermain, Mama dan Mbak Aya cari makanan untuk mengisi perut yang memang sudah mulai menggelitik dinding-dinding perutku.

Selesai maem kami ke arena .... lupa nama tempatnya. Yang pasti di sana nanti akan ada Ibu Ir. Shoba Dewey Chugani, M.Si (direktur sekolahku di Saraswati) yang akan sharing mengenai bukunya "Anak yang Bermain, Anak yang Cerdas", nonton ah....
Woooow...!!! Ternyata di dalam ruangan ini banyak badutnya, ee eeh... aku kan takuut.... Akhirnya bila saat akan melewati badut aku berjalan bersembunyi di belakang Mama, supaya gak ngeliat. Hii...! Selamet.... Karena banyak bangku kosong yang sudah ditata di depan panggung aku, Mama, Abang, dan Mbak Aya duduk deh.... Aku lihat dikejauhan Bu Shoba dengan Kak Helen dan Kak Ros sedang bersiap-siap untuk tampilan Bu Shoba. Beberapa saat kemudian Bu Shoba tampil. Tapi gak lama mendengarkan Bu Shoba berbicara dan ditanya-tanya om MC aku kok ga betah ya. "Ma, main aja yuuuk...," ajakku ke Mama.
Pilihan permainanku kali ini adalah membuat kalung, menghias cookies, dan mengecat kotak kue. Asyiiik....!



Selesai bermain sambil belajar aku pengen ke panggung lagi. Yaaa, bu Shoba sudah selesai. Tapi seru juga nich, ada kakak-kakak kecil yang menyanyi juga menari. Kecil-kecil sudah puya kepandaian, hebat ya.... Karena sudah siang dan sudah lelah kami pulang deh. Thank you ya Ma, aku udah diajak jalan-jalan ke Bobo Fair, aku senang deh.... Muuuaaach..., buat Mama.
Labels:
catatan tertinggal,
liburan,
saraswati preschool
Aku punya buku "Jakarta Kota Tua nan Menawan". Setelah membacanya aku ingin tahu seperti apa kota tua itu. Liburan kali ini Papa mengajak kami sekeluarga jalan-jalan ke Kota Tua Jakarta yang dituliskan di buku bacaanku. Di sana kami mengunjungi Museum Fatahilah, Museum Wayang, dan Museum Keramik.

Waah, ternyata cuacanya cukup panas saat kami sampai di kota tua. Pepohonan yang jarang menambah makin panas suasana pagi itu. Banyak sepeda-sepeda yang lalu lalang, ternyata itu ojeg sepeda. Pengunjung bisa memanfaatkan ojeg sepeda tersebut untuk keliling sekitar kota tua.

Pertama-tama kami mengunjungi Museum Fatahilah, dari kejauhan tampak gedung yang menjulang tinggi dan ... ada meriam besar, namanya Meriam Si Jagur. Aku seneng banget bisa sampai ke tempat ini.
Di dalam museum banyak informasi yang bisa kita dapat. Selain tulisan-tulisan mengenai ko
ta Jakarta baik itu mengenai asal-muasalnya, kesenian, lingkup daerah, juga ada barang-barang bersejarah yang ditemukan atau yang digunakan masyarakat Jakarta pada saat itu. Selain itu ada pula barang-barang besar seperti lemari, perabotan-perabotan yang dipakai oleh penduduk Jakarta yang tidak hanya yang dipakai oleh penduduk asli tetapi oleh para pendatang juga termasuk di sini oleh para penjajah negeri kita saat itu.

Gedung museum ini sendiri juga merupakan bangunan tua yang dibangun oleh pemerintah Belanda saat itu. Bentuk bangunannya tinggi, jadi tidak heran kalau pintu-pintu dan jendela-jendela yang ada tampak besar dan tinggi. Aku sempat berpose di salah satu pintu yang ada di lantai atas gedung. Coba saja lihat, hendel pintunya saja tepat di atas kepalaku.
Di salah satu ruangan
bawah museum ditempatkan pula contoh dapur orang-orang Jakarta atau biasa disebut orang Betawi jaman dahulu. Di jaman sekarang mungkin sudah punah ya, hanya tinggal segelintir orang saja yang masih memakai dapur model seperti ini. Di sini mbak Aya tampak takjub membayangkan dapur orang Betawi di jaman itu.

Sementara itu di luar bangunan di bagian belakang dan depan juga ada bangunan-bangunan bersejarah seperti Meriam Si Jagur.
Usai dari Museum Fatahilah kami menuju Museum Wayang, yang letaknya tak berjarak jauh. Masih di sekitar lingkungan pelataran luas tersebut. Tetapi di sini akhirnya aku tidak berani masuk, aku gak berani melihat bentuk-bentuk wayang yang ada. Mungkin lain waktu aku sudah lebih berani. Di sini Abang Radi sempat berfoto dengan salah satu patung wayang.

Perjalanan kemudian kami lanjutkan ke Museum Keramik yang letaknya agak jauh dari kedua museum yang sebelumnya. Kami harus menyebrangi jalan raya untuk sampai ke museum tersebut. Di dalam museum ini banyak keramik-keramik, gerabah-gerabah kuno, juga lukisan-lukisan pelukis terkenal Indonesia.
Ada yang menarik di luar museum ini, ada banyak rumah rayap yang tinggi-tinggi. Subhanallah, Allah menciptakan makhluk kecil yang tak diberi akal seperti manusia tetapi diberi naluri kepandaian membuat bangunan yang artistik. Aku sampe terkagum-kagum tuh....


Bila kita keluar ke pelataran museum tampak dari kejauhan Stasiun Kota, stasiun kereta api yang sudah lama berdiri dan sampai sekarang masih beroperasi.
Perjalanan ini ke kota tua kali ini sungguh mengesankan bagiku. Paling tidak aku sudah tahu dimana kota tua Jakarta yang selama ini hanya aku tahu dari buku. Mungkin nanti kalau aku sudah SD aku akan minta diajak ke sini lagi, agar aku lebih paham mengenai kekayaan budaya dan wisata Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya.

Terima kasih Papa telah mengajak kami sekeluarga jalan-jalan ke tempat yang bersejarah dan bermanfaat.

Waah, ternyata cuacanya cukup panas saat kami sampai di kota tua. Pepohonan yang jarang menambah makin panas suasana pagi itu. Banyak sepeda-sepeda yang lalu lalang, ternyata itu ojeg sepeda. Pengunjung bisa memanfaatkan ojeg sepeda tersebut untuk keliling sekitar kota tua.

Pertama-tama kami mengunjungi Museum Fatahilah, dari kejauhan tampak gedung yang menjulang tinggi dan ... ada meriam besar, namanya Meriam Si Jagur. Aku seneng banget bisa sampai ke tempat ini.
Di dalam museum banyak informasi yang bisa kita dapat. Selain tulisan-tulisan mengenai ko
ta Jakarta baik itu mengenai asal-muasalnya, kesenian, lingkup daerah, juga ada barang-barang bersejarah yang ditemukan atau yang digunakan masyarakat Jakarta pada saat itu. Selain itu ada pula barang-barang besar seperti lemari, perabotan-perabotan yang dipakai oleh penduduk Jakarta yang tidak hanya yang dipakai oleh penduduk asli tetapi oleh para pendatang juga termasuk di sini oleh para penjajah negeri kita saat itu.
Gedung museum ini sendiri juga merupakan bangunan tua yang dibangun oleh pemerintah Belanda saat itu. Bentuk bangunannya tinggi, jadi tidak heran kalau pintu-pintu dan jendela-jendela yang ada tampak besar dan tinggi. Aku sempat berpose di salah satu pintu yang ada di lantai atas gedung. Coba saja lihat, hendel pintunya saja tepat di atas kepalaku.
Di salah satu ruangan
bawah museum ditempatkan pula contoh dapur orang-orang Jakarta atau biasa disebut orang Betawi jaman dahulu. Di jaman sekarang mungkin sudah punah ya, hanya tinggal segelintir orang saja yang masih memakai dapur model seperti ini. Di sini mbak Aya tampak takjub membayangkan dapur orang Betawi di jaman itu.
Sementara itu di luar bangunan di bagian belakang dan depan juga ada bangunan-bangunan bersejarah seperti Meriam Si Jagur.
Usai dari Museum Fatahilah kami menuju Museum Wayang, yang letaknya tak berjarak jauh. Masih di sekitar lingkungan pelataran luas tersebut. Tetapi di sini akhirnya aku tidak berani masuk, aku gak berani melihat bentuk-bentuk wayang yang ada. Mungkin lain waktu aku sudah lebih berani. Di sini Abang Radi sempat berfoto dengan salah satu patung wayang.
Perjalanan kemudian kami lanjutkan ke Museum Keramik yang letaknya agak jauh dari kedua museum yang sebelumnya. Kami harus menyebrangi jalan raya untuk sampai ke museum tersebut. Di dalam museum ini banyak keramik-keramik, gerabah-gerabah kuno, juga lukisan-lukisan pelukis terkenal Indonesia.
Ada yang menarik di luar museum ini, ada banyak rumah rayap yang tinggi-tinggi. Subhanallah, Allah menciptakan makhluk kecil yang tak diberi akal seperti manusia tetapi diberi naluri kepandaian membuat bangunan yang artistik. Aku sampe terkagum-kagum tuh....


Bila kita keluar ke pelataran museum tampak dari kejauhan Stasiun Kota, stasiun kereta api yang sudah lama berdiri dan sampai sekarang masih beroperasi.
Perjalanan ini ke kota tua kali ini sungguh mengesankan bagiku. Paling tidak aku sudah tahu dimana kota tua Jakarta yang selama ini hanya aku tahu dari buku. Mungkin nanti kalau aku sudah SD aku akan minta diajak ke sini lagi, agar aku lebih paham mengenai kekayaan budaya dan wisata Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya.
Terima kasih Papa telah mengajak kami sekeluarga jalan-jalan ke tempat yang bersejarah dan bermanfaat.
Labels:
catatan tertinggal,
keluarga,
liburan








