Batik Online Shopping Mudah Murah

GRIYA BATIK ADINDA-BATIK ONLINE SHOPPING

Pages

Thursday, April 02, 2009

Pada tanggal 16 April 2009 yang akan datang Dinda mau mengikuti lomba mewarnai sekecamatan Kebon Jeruk, ya tentunya untuk tingkat TK. Dinda mau mengikuti lomba mewarnai ini, ternyata ada alasannya.... Karena Dinda gak mau ikut lomba memasukkan bola ke keranjang atau lomba melukis yang harus menggambar sendiri.

Hari Senin kemarin, bertepatan dengan hari ekstrakulikuler melukis/menggambar di sekolah anak-anak yang akan mengikuti lomba mewarnai diminta latihan mewarnai. Dinda antusias sekali mengikuti latihan ini. Coba saja lihat hasil latihan Dinda di bawah ini.


Untuk ukuran Dinda,ini adalah mewarnai terbaiknya selama ini. Biasanya kalo mewarnai adaaa aja yang gak lengkap, belum selesailah atau belum penuh mewarnai di salah satu bagian, pokoknya penuh 'ketidaksabaran'. Tetapi kali ini Dinda benar-benar menunjukkan kemampuannya, aku bisa dan sabar!!! Mudah-mudahan di lomba nanti Dinda juga mampu minimal seperti ini, syukur-syukur lebih baik. Semoga ya Din....

Tuesday, February 10, 2009

Hari Sabtu, 7 Januari 2009 sekolah Dinda mengadakan Pets Day. Acara ini diadakan oleh sekolah karena anak-anak suka pada binatang. Di acara ini anak-anak diwajibkan membawa salah satu hewan peliharaannya dan nantinya si anak akan menceritakan tentang hewan peliharaannya, siapa namanya, kapan lahirnya, makanannya apa, kebiasaannya apa, dan segala hal yang bersangkutan dengan peliharaannya.

Kali ini Dinda membawa Mini kenari, demikian Dinda memberi nama burung peliharaan yang dibawanya, karena sesungguhnya ini binatang peliharaan Papa. Tapi it’s oke, no problem masih tetap binatang peliharaan keluarga.


Pagi-pagi sebelum dibawa show, kandang si Mini kenari sempat dibersihkan Mama dari kotoran-kotoran, Dinda membantu mengganti makanan berupa milet dengan yang baru, dan sepotong apel ditautkan, serta tak lupa tempat air minum dibersihkan dan diganti airnya dengan air yang baru.

Sesampainya di sekolah ternyata sudah banyak teman-teman Dinda yang datang. Ada yang membawa ikan, jenis ikannya pun berbeda-beda ada ikan cupang, koki, lele, bahkan yang membawa ikan bawal pun ada, wah...enak nih untuk digoreng. Selain itu ada pula yang membawa kura-kura, hamster, dan anjing.

Akhirnya acara dimulai, dibuka oleh Kak Herly dan anak-anak menyanyikan beberapa lagu bersama-sama. Dalam kegiatan kali ini guru-guru menampilkan drama mengenai binatang-binatang penghuni hutan. Pesan dari drama ini agar kita semua harus saling sayang-menyayangi meskipun kita berbeda-beda. Anak-anak sangat antusias memperhatikan drama yang dibawakan oleh para teacher, mereka takjub karena biasanya mereka yang pentas tapi kali ini merekalah yang menjadi penonton.

Acara berikutnya pembacaan cerita dalam bahasa Indonesi yang dibacakan oleh Pendi(murid TK B) dan dilanjutkan pembacaan cerita dalam bahasa Inggris oleh mbak Adin (murid TK B).

Selanjutnya inilah acara puncak yang ditunggu-tunggu, anak-anak menceritakan hewan peliharaan masing-masing yang dibawanya. Maaf, ternyata ada juga yang baru membeli dalam rangka acara ini, tetapi anak tersebut telah berjanji kepada teacher akan terus memelihara dan merawatnya.




Anak-anak bersiap-siap di belakang binatang peliharaannya, kemuadian orang tua atau teacher akan mendatangi anak tersebut untuk menayakan perihal peliharaannya tersebut. Giliran Dinda, kak Herly menanyakan siapa nama binatang peliharaannya.






”Mini,” jawab Dinda.
”Mini makanannya apa?” tanya kak Herly lebih lanjut.
”Makan biji-bijian, apel atau pear, sayuran juga mau.”
”Wah,sama ya dengan Dinda suka apel.”
Dinda hanya tersenyum-senyum malu.
”Dinda melihara mini dari kapan?” tanya kak Herly lagi.
”Dari mulai telur ....”
”Wah, hebat ya memelihara dari telur.”











Setelah semua anak menceritakan mengenai hewan-hewan peliharaannya, anak-anak diberi kesempatan istirahat sambil makan spagheti yang telah disiapkan pihak sekolah. Wow, tentu saja anak-anak suka.


Karena jam sudah menunjukan pukul 12 siang maka acara ditutup dan semua kembali ke rumah masing-masing. Dinda terlihat bahagia dengan membawa binatang peliharaannya.

Note: sebelum acara hari "H" ini anak-anak diminta menggambar binatang peliharaan apa yang akan dibawa. Dan Dinda menggambar si Mini Kenari. Kemudian digunting lalu ditempel.


Sunday, January 25, 2009

Hari Jum'at, 23 januari 2009 yang lalu Dinda [dan Abang] konsultasi ke dokter ahli Gizi di RS Harapan Kita. Setelah diperiksa dan diwawancarai ini itu Dinda dinyatakan terkena Obesitas tingkat tinggi. Mama sedih juga...

Sebenarnya kesedihan itu lebih tepat ke arah gak tega kalo harus melarang gak boleh makan ini itu ke Dinda. Belum lagi kalo Dinda nangis, berisiiik deh dengernya. Selain diperiksa juga diberi daftar menu makan sehari-hari. Termasuk, tidak boleh minta-minta bekal temannya kalo di sekolahan. Tapi prakteknya, lihat aja ntar.

Dinda bukannya gak dibawain bekal. Dinda bawa bekal dan pinter makannya, habis!!! Tetapi Dinda tidak lupa 'menjelajah' bekal teman-temannya. Kalo ada yang enak dan menarik, ya... bagi dooooonk.... Dinda, Dinda....

Dan satu lagi yang sebenarnya membuat Mama deg-degan, Dinda harus periksa darah di laboratorium. Wow, kan berarti disuntik. Aduuuh, Dinda mau gak ya. Takut gak ya Dinda. ????

Hari Sabtu pagi, 24 Januari 2009 kira-kira jam 06.30 WIB Dinda menuju lab. Diperjalanan Dinda tanya ini itu, termasuk di laboratorium diapain aja.

Mama jelaskan, kalo nanti di lab darah Dinda diambil sedikit. Kemudian darahnya diperiksa ada kandungan apa aja di dalam darah Dinda.

"Ambil darahnya pakai apa, Ma?"
"Pakai alat suntik."
"Sakit donk, Ma."
"Gak, gak sakit. Cuma kayak digigit semut."
"Berarti gatal donk ntar."
Mama gak bisa nahan ketawa deh, ha... ha... ha... ha....

Sampai di klinik lab, daftar dulu, melakukan pembayaran, menunggu dipanggil.

"Adinda...," nama Dinda dipanggil tante perawat.
Dinda berjalan dengan penuh kayakinan dan kemantapan. Ooo, ternyata pertama Dinda diminta pipis dulu dan pipisnya ditampung di tabung obat. Kebetulan nih, Dinda lagi kebelet pipis.

Selanjutnya, masuk ke ruang ... pengambilan darah. Pertama, Dinda nurut duduk manis di kursi. Tangan kanan diluruskan, dicari nadinya oleh om perawat. Lalu..., om perawat buka bungkusan alat suntik. Wajah Dinda mulai bertanya-tanya, "mau dipakai apa ya suntiknya?" Mungkin kira-kira begitu pertanyaan dalam hatinya.

Langkah selanjutnya, tangan Dinda diolesi kapas yang sudah diberi alkohol. Tante perawat megangin tangan kanan Dinda, Mama megangin badan Dinda sebelah kiri. "Jangan ditarik ya tangan Dinda," tante perawat memberi peringatan. Dan.... NJUuuS.... Jarum suntik masuk ke tangan Dinda dan tersedotlah sebagian darah Dinda. Bagaimana dengan Dinda?

Dinda nangislah,"Howaaaaa.............."

Selesai darah diambil, Dinda juga langsung diam. Kaget aja ya Din? Gimana rasanya? Gatel gak?

Dinda keliatan masih cembetut.... Air matany masih menetes,meskipun sudah tak bersuara. Kacian deh anak Mama.

Yap,kita tinggal nunggu hasilnya ya Din. Kita ambil nanti sore....
Ini kejadian,di hari Sabtu 17 januari 2009.

Dinda performance di sekolahannya. Dinda ikut nyanyi "Bingo", nari "Meong" musik gending Jawa, nari "Piring" musik Padang[iiih, jd inget aku nari piring waktu SMA dulu -- ada yang nurunin nih--], nyanyi "Five Little Monkey", terakhir nyanyi [lagi] "Ambilkan Bulan Bu".

Aduuh senangnya..., Dinda dah mau tampil. Lucu juga lagi. Biasalah...,kebanggaan orang tua. Tapi, ada surprise dari Dinda. Apa ya?

Selesai Dinda performance,aku beri dia hadiah ciuman pipi kanan dan kiri. Muuuach, muuuach....

"Mama, Dinda juga punya hadiah buat Mama."
"Hadiah,apa?"
"Rahasia donk...."
Idiih, bikin penasaran aja deh.
"Sinii...,kita ke depan[maksudnya ke halaman sekolah]"
"Sebentar ya Nak, Mama beresin piring-piring kue ya. Setelah itu baru kita keluar dan langsung pulang."

Selesai beres-beres dan juga sedikit ngobrol dengan guru-guru, aku langsung ke depan menyusul Dinda yang sudah standby di depan.

"Dinda...." Dinda terlihat di taman memandangi bunga-bunga.
"Sini Ma....'
Aku hampiri dia. Dan apa yang terjadi?
Diambilnya sekuntum bunga berwarna pink yang ada di taman lalu diberikannya padakau.
"Ini buat Mama. I love you...."
Reaksi pertamaku, mak nyeeeees di hati ini.
"I love you too... Thank you ya sayang."

"Ini hadiah buat apa, sayang?"
"Hadiah..., karena Mama cepet beres-beresnya."

Wow..., dari hal sederhana dia bisa menghargai yang tak kuduga sebelumnya.



emmyrasyid,
seorang mama yang bahagia

Saturday, December 06, 2008




Aku dalam perut Mama kira-kira umur 5 bulan.

Baru umur sehari, masih di boks rumah sakit, bobok ajah....




Umurku baru 2 hari di dunia, merem aja gaya.... Baru pulang dari rumkit nih.






2 bulan udah bisa mulai gaya.







Ini gigiku.









Yaaa..., ngompol deh.









Umur 8 bulan




Friday, December 05, 2008

Hari ini Senin, 7 juli 2008 Mama menepati janjinya ke aku. Mama mau ajak aku jalan-jalan naik bajaj. Mmmm...., gimana ya rasanya naik bajaj ’bajuri’?

Pagi Mama ngurusin sekolah mbak Aya, mbak Aya kan mau masuk SMP jadi Mama sibuk cari dan daftar sekolah buat mbak Aya. Liburanku juga banyak di rumah, bete deh. Hari ini jam 11 mama sudah pulang, tapi... mama udah ditunggu tamu mama. Tamu pembeli batik mama,ya... lama lagi deh perginya. Biasa ibu-ibu udah belanjanya lama, tambah ngobrolnya nggak kalah lama. Aku jadi pengen ngusilin mama deh, minta dibikinin sirup tapi harus sama mama-lah.... [ih, Dinda iseng aja...]


Setelah tamu Mama pulang, aku siap didandanin Mama, rambut dikepang satu biar aku gak ribet sama rambutku yang panjang. Pakai sepatu. Siaaap, eng ... ing ... eng ....




”Din kita jalan dulu ya ke depan, kita naik angkot dulu,” mama menjelaskan awal perjalananku hari ini. Tujuan ke ITC Permata Hijau, kata mama lihat-lihat aja, jalan-jalan gitu.... Oke Ma....


Pertama naik angkot warna merah. Turun, ganti mobil warna biru. Hik, mikrolet, kata Mama. Turun, eh... masih naik angkot lagi, angkot warna merah lagi. Seeerrrr.... Samp

ai deh di ITC Permata Hijau.


Sampai di mall aku lihat-lihat mainan, tapi aku gak minta beliin lho. Anak pintar.... Lihat-lihat baju, eh aku dibeliin satu baju buat sekolah (aku sekolah gak pakai seragam, jadi para orang tua bebas berkreasimakein baju ke anak-anaknya, sampai-sampai ada yang pakai daster ”Griya Batik Adinda”, hebat...). Seneng donk.... Tadi juga sempet aku cobain, takut gak pas.


Lagi asyik jalan-jalan kok terasa lapar ya. ”Mama, Dinda lapar. Makan dulu yok,” rengekku ke Mama. Oke, akhirnya kami makan duyu deh [bukan 'goyang duyu' lho].

Aku makan paket chaki, mama cuma makan fish fillet, emang mama kenyang ya makan gitu aja?



Selesai makan jalan-jalan lagi sebentar terus kita pulang. Eh, sebelumnya aku minta ice cream dulu. Ice cream coklat buat sangu di… bajaj. Bener nih mau naik bajaj Ma? Horeee.... Ini nih,yang aku tunggu-tunggu.





Banyak bajaj parkir menunggu penumpang di depan ITC Permata Hijau. Mama tawar-menawar sama supir bajaj nya, akhirnya sepakat dua puluh ribusampai rumahku. Distater deh tuh bajaj, heeer… heeer… heeer …. Odok odok odok,seeer … jalan deh.


He… he… akusempet bengong awalnya, aneh. Gini tho rasanya naik bajaj. Sambil menikmati perjalanan aku maem ice creamku. Ice cream habis, aku bengong-bengongaja ngeliatin jalanan, angin sepoi-sepoi menerpaujung-ujung rambutku dan menarik-narik kelopak mataku untuk mengatupkan dirinya, alias “aku ngantuk”. Nyaman eui….





Enak-enak tidur, gak terasa sudah sampai rumah. Mbak Aya dan Si Mbak udah nunggu aku di teras. Aku jadi malu, naik bajaj ketiduran.





Inilah pengakuan Dinda, “Ternyata naik bajaj itu rasanya geli.”

“Geli gimana Din?” tanya Mama.

“Ya geli kayak dikitik-kitikin gituuu,” jawab Dinda dengan polos,

Hwa … ha … ha … ha … ha ….

Dan naik bajaj itu ternyata enak.... ya Din. Buktinya Dinda bisa tidur nyenyak ….


Perkenalkan namaku Adinda Harum Melati. Aku lahir di Pekalongan pada tanggal 29 Juni 2004 di RS Ibu dan Anak Anugerah pada jam 10.15 WIB.

Aku lahir dari rahim Mama dengan jalur normal [tidak dengan cesar]. Berat lahirku 3,3 kg dengan panjang badan 50 cm dan lingkar kepala 33 cm. Rambutku saat lahir hitam tebal berikal. Kelahiranku ini dibantu oleh Dr. H.R. Heru Setiawan Sp.OG, kata Mama dokternya baik, sabar, dan suaranya bisa menenangkan [buat Mama khususnya].


Alhamdulillah, saat kelahiranku aku bisa ditunggu Papa bahkan dari mulai Mama masuk RS Papa hampir selalu di dekat Mama. Mama gak mau ditinggal Papa lama-lama, duh manjanya.... Paling Papa ninggalin Mama saat pulang mandi dan membawa ari-ariku, atau saat mau cari makanan. Bahkan setelah aku lahir Papa juga masih setia menemani Mama di RS, sampai Papa ikut nginep.

Mbak Aya dan Mas Radi[sekarang udah ganti panggilan jadi Abang Radi,ada critanya sendiri nih gimana bisa jadi Abang...] seneng deh punya adik baru. Sampai-sampai di hari pertama kelahiranku, setelah Mbak Aya dan Mas Radi mandi sore nungguin aku sampai maghrib. Gimana gak seneng, adiknya imut n cantik. Eh..., bener lho kata Mama aku tuh bayi yang cantik. Baru sehari aja mukaku tuh katanya keliatan bersiiih, bersinar. Alhamdulillah, Ya Allah jauhkanlah aku dari rasa sombong dan tinggi hati. Aku ini cuma menceritakan kembali apa yang pernah Mama lihat dan yang telah diceritakan padaku. Suit... suit....



Ya, karena Mama melahirkanku dengan cara normal makanya Mama bisa pulang cepat. Hanya menginap semalam setelah kelahiranku Mama diperbolehkan pulang. Mama gak tenang di rumah sakit kalau inget Mbak Aya dan Mas Radi di rumah, maklum gak biasa pisah dan gak biasa ninggal-ninggalin lama-lama. Mama pulang aku juga pulang, jadilah aku penyemarak rumah.

Ada kesibukan baru buat Mama setelah ada baby lagi. Kalau pagi selain menyiapkan minum, sarapan dan sebagainya buat Papa, Mbak Aya, dan Mas Radi juga mandiin aku dan nenenin akyu. Aku bener-bener anak Ibu soalnya aku minum ASI, he... he... he....

Dan rumah jadi ramai dalam beberapa hari, soalnya banyak tamu bergantian menjenguk Mama dan ngeliat aku. Apanya seh yang diliat-liat? Akunya lebih sering tiduur aja kalau ada tamu, ya kerjaanku cuma tidur, nenen, pipis, pub, nangis aja. Tapi aku seneng deh kalau lagi digendong Mama terus dinyanyiin Mama, gak percaya? Buktinya kalau Mama lagi bersenandung aku akan diam menikmati alunan suaranya yang menyejukkan hatiku. Taelah, puitis banget ya....

Ada lagu Dinda bobo[saduran dari Nina bobo], Ambilkan bulan bu, Kasih ibu, Lihat kebunku, Timang-timang..., pokoknya banyak deh. Mungkin karena itu sehingga aku kini pinter nyanyi, ehem... ehem.... Tapi kalo harus nyanyi sendiri kayak kakak-kakak di Idola Cilik aku belum berani, belum pe-de, harus banyak latihan mental lagi.


 
Copyright (c) 2010 ...Celoteh Adinda.... Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.