Batik Online Shopping Mudah Murah

GRIYA BATIK ADINDA-BATIK ONLINE SHOPPING

Pages

Showing posts with label celoteh dinda. Show all posts
Showing posts with label celoteh dinda. Show all posts

Sunday, May 16, 2010

Ini sebenernya cerita kejadian hampir seminggu yang lalu. Karena mengingat celetukan Dinda yang lucu jadi pengen share dengan teman-teman niih....

Malem itu Dinda kerasa perutnya ga enak. Wooow..., ternyata Dinda pengen pupi. Oke lah kalo begetooo.... Dinda masuk kamar mandi sampai selesai, dalam keadaan bersih.

Keluar kamar mandi, keluar lagi manjanya si anak bontot. Ga mau pakai celana sendiri, mulai dari cd (celana dalam) sampai celana tidurnya. Owalah nduk.... Ya udah, sini Mama pakaikan. Sambil memakaikan celana mata Mama sambil tertuju ke televisi, kebetulan tontonannya lagi menarik siih.... Hihihi..., Mama jadi malu nih. Televisi mengalihkan duniaku.... *afgan mode ON*

Uuuuuppss...!! Ternyata....
"Mamaa...!!" tiba-tiba suara Dinda mengeras. Sambil matanya tertuju pada celana yang sedang Mama pakaikan. O..., ow....

"Eiiiih, salah...." Mama menjawab singakat. Dan meledaklah tawa kami berdua, "Ha... ha... ha... ha...."

Ternyata yang Mama pakaikan adalah celana luarnya du
luan bukan cd duluan.... Hihihi, kok bisa sih....

"Emang aku superman?" komentar Dinda sekenanya.
Sepontan tawa kami berdua menggema lagi. Ha... ha... ha... ha....

"Kok Superman, sih?" Mama coba mencari alasan mengapa Dinda menyebutnya Superman.

"Iya, kan kalau Superman pake' celana panjang dulu baru pake' cd."

Ooo.... Betul betul betul..., kata Ipin Upin.

Dinda..., Dinda.... Adaaa aja.

Monday, May 03, 2010

Malam ini sebelum tidur Dinda dan Mama ribut soal posisi tidur.

Dinda: "Aku maunya ngadap begini." (red Mama: maksud Dinda melintang sehingga dia bisa melihat ke arah boneka-bonekanya berjajar).

Mama: "Emang kenapa?"

Dinda: "Supaya aku bisa ngawasin boneka-bonekaku ku.Supaya kalo ada yang bangun aku bisa tahu."

Mama: "Gmana tahu bangunnya."

Dinda: "Gak tahuu...!"

Catatan Mama: Anak punya dunianya sendiri untuk mengekspresikan apa yang dia rasa dan mau. Baginya boneka-boneka adalah sama dengan manusia, mereka punya hati, punya rasa, serta layak menangis seperti dirinya. Dinda..., Dinda....
Bermain saat mandi adalah ritual yang sangat menyenangkan buat Dinda. Bermain dengan beraneka ragam bentuk wadah, sendok, air, dan hampiir selalu memakai sabun. Hmmm..., kalau dibiarkan bisa satu jam lebih Dinda di kamar mandi. Mainnya satu jam, mandinya cuma lima menit.... Hihihi...

Sabun cair dicampur air diaduk-aduk, jadilah menu special dalam dunia khayalnya. Tak ada sabun cair sabun kotak pun bisa dimanfaatkannya, direndam dalam gayung. Atau bisa juga shampoo yang kena sasaran. Wes..., pokoknya jadi juru masak handal di kamar mandi.

Kali ini keluar bawelnya Mama (dasaaar emak-emak...),"Dindaaa..., udah donk sayang mainnya. Udah lama kan di kamar mandi,ntar masuk angin lagi." Ini ngomel sambil masuk kamar mandi.

Begitu sampai kamar mandi, Mama membantu membereskan shamponya, sabun cair, dan bahan-bahan lainnya. Taraaaa.... Haiyaaah, Mama tiba-tiba keluar sungutnya deh....

"Adoooh Dinda..., kok sabunya tinggal sedikit. Heeee.... (pura-pura merengek nangis). Kemarin kata Abang sabun di kamar mandi atas juga habis.... Dinda buat main juga ya?"

"Aku kan cuma pakai sedikit," Dinda berusaha membela diri.

Fiuuuuh..., Mama menarik nafas panjang. Cape deeh....

"Dinda tahu gak, kalau perbuatan Dinda ini pemborosan. Boros...," Mama mulai menjelaskan bahwa perbuatannya kurang tepat.

"Emang boros apa sih?" Dinda balik bertanya.

Nah,loo.... Ternyata Dinda belum paham konsep boros. Mama putar otak untuk menjelaskan makna boros dengan bahasa anak-anak.


"Sabun itu gunanya buat apa sih?" Mama coba bertanya ke Dinda

"Buat mandi," jawabnya dengan polos.

"Betul...," Mama membenarkan jwaban Dinda.

"Boros ituu.... Menggunakan sesuatu dengan berlebihan. Seperti ini nih.... Sabun kan gunanya buat mandi, memakainya cukup ambil sedikit cairan sabun di tangan lalu diusap-usap diratakan ke seluruh badan. Beri air sedikit lagi di badan digosok-gosok, selesai. Lalu dibilas dengan menyiramkan air."

"Tapi aku kan gak cukup sedikit Mah, ga rata di badanku...," Dinda melakukan pembelaan diri kembali.

"Iya, boleh nambah sedikit lagi. Tapi, kalau sudah cukup di badan ya gak usah ditambah lagi."

Mama menambahkan," Dinda bilang sabun buat mandi, berarti bukan untuk mainan kan?"

"Tapi kata Mama sabun bisa untuk (mem)buat mainan gelembung udara?"

"Betul ,bisa untuk buat gelembung udara. Tapi kan gak harus menghabiskan sabun hampir sebotol kan?"

"Dengan memakai terlalu banyak sabun hanya untuk main bukan untuk mandi itu namanya (pem)boros(an). Dinda sekarang ngerti?"

Dinda tersenyum tersipu malu, maniisnya.... Pertanda bahwa dia paham dengan keterangan singkat Mama. Mudah-mudahan kelak Dinda memahami makna boros dengan lebih luas lagi dan tidak menjadi seorang yang pemboros. Amin....

Monday, November 09, 2009

Dinda minta diganti "jam dinding"nya yang sebelumnya berbentuk belahan jeruk sunkist. Dinda bilang itu ga ada angkanya Ma, aku kan gak bisa bacanya. Jadi aku gak tau sudah jam berapa sekarang.

Oke deh sayang, sekarang Mama ganti dengan bentuk jam yang ada angka-angkanya ya. Jadi, Dinda bisa tahu sudah jam berapa saat membuka blog ini. Yuuk kita lihat jam dinding Dinda yang baru...

Sunday, January 25, 2009

Hari Jum'at, 23 januari 2009 yang lalu Dinda [dan Abang] konsultasi ke dokter ahli Gizi di RS Harapan Kita. Setelah diperiksa dan diwawancarai ini itu Dinda dinyatakan terkena Obesitas tingkat tinggi. Mama sedih juga...

Sebenarnya kesedihan itu lebih tepat ke arah gak tega kalo harus melarang gak boleh makan ini itu ke Dinda. Belum lagi kalo Dinda nangis, berisiiik deh dengernya. Selain diperiksa juga diberi daftar menu makan sehari-hari. Termasuk, tidak boleh minta-minta bekal temannya kalo di sekolahan. Tapi prakteknya, lihat aja ntar.

Dinda bukannya gak dibawain bekal. Dinda bawa bekal dan pinter makannya, habis!!! Tetapi Dinda tidak lupa 'menjelajah' bekal teman-temannya. Kalo ada yang enak dan menarik, ya... bagi dooooonk.... Dinda, Dinda....

Dan satu lagi yang sebenarnya membuat Mama deg-degan, Dinda harus periksa darah di laboratorium. Wow, kan berarti disuntik. Aduuuh, Dinda mau gak ya. Takut gak ya Dinda. ????

Hari Sabtu pagi, 24 Januari 2009 kira-kira jam 06.30 WIB Dinda menuju lab. Diperjalanan Dinda tanya ini itu, termasuk di laboratorium diapain aja.

Mama jelaskan, kalo nanti di lab darah Dinda diambil sedikit. Kemudian darahnya diperiksa ada kandungan apa aja di dalam darah Dinda.

"Ambil darahnya pakai apa, Ma?"
"Pakai alat suntik."
"Sakit donk, Ma."
"Gak, gak sakit. Cuma kayak digigit semut."
"Berarti gatal donk ntar."
Mama gak bisa nahan ketawa deh, ha... ha... ha... ha....

Sampai di klinik lab, daftar dulu, melakukan pembayaran, menunggu dipanggil.

"Adinda...," nama Dinda dipanggil tante perawat.
Dinda berjalan dengan penuh kayakinan dan kemantapan. Ooo, ternyata pertama Dinda diminta pipis dulu dan pipisnya ditampung di tabung obat. Kebetulan nih, Dinda lagi kebelet pipis.

Selanjutnya, masuk ke ruang ... pengambilan darah. Pertama, Dinda nurut duduk manis di kursi. Tangan kanan diluruskan, dicari nadinya oleh om perawat. Lalu..., om perawat buka bungkusan alat suntik. Wajah Dinda mulai bertanya-tanya, "mau dipakai apa ya suntiknya?" Mungkin kira-kira begitu pertanyaan dalam hatinya.

Langkah selanjutnya, tangan Dinda diolesi kapas yang sudah diberi alkohol. Tante perawat megangin tangan kanan Dinda, Mama megangin badan Dinda sebelah kiri. "Jangan ditarik ya tangan Dinda," tante perawat memberi peringatan. Dan.... NJUuuS.... Jarum suntik masuk ke tangan Dinda dan tersedotlah sebagian darah Dinda. Bagaimana dengan Dinda?

Dinda nangislah,"Howaaaaa.............."

Selesai darah diambil, Dinda juga langsung diam. Kaget aja ya Din? Gimana rasanya? Gatel gak?

Dinda keliatan masih cembetut.... Air matany masih menetes,meskipun sudah tak bersuara. Kacian deh anak Mama.

Yap,kita tinggal nunggu hasilnya ya Din. Kita ambil nanti sore....
Ini kejadian,di hari Sabtu 17 januari 2009.

Dinda performance di sekolahannya. Dinda ikut nyanyi "Bingo", nari "Meong" musik gending Jawa, nari "Piring" musik Padang[iiih, jd inget aku nari piring waktu SMA dulu -- ada yang nurunin nih--], nyanyi "Five Little Monkey", terakhir nyanyi [lagi] "Ambilkan Bulan Bu".

Aduuh senangnya..., Dinda dah mau tampil. Lucu juga lagi. Biasalah...,kebanggaan orang tua. Tapi, ada surprise dari Dinda. Apa ya?

Selesai Dinda performance,aku beri dia hadiah ciuman pipi kanan dan kiri. Muuuach, muuuach....

"Mama, Dinda juga punya hadiah buat Mama."
"Hadiah,apa?"
"Rahasia donk...."
Idiih, bikin penasaran aja deh.
"Sinii...,kita ke depan[maksudnya ke halaman sekolah]"
"Sebentar ya Nak, Mama beresin piring-piring kue ya. Setelah itu baru kita keluar dan langsung pulang."

Selesai beres-beres dan juga sedikit ngobrol dengan guru-guru, aku langsung ke depan menyusul Dinda yang sudah standby di depan.

"Dinda...." Dinda terlihat di taman memandangi bunga-bunga.
"Sini Ma....'
Aku hampiri dia. Dan apa yang terjadi?
Diambilnya sekuntum bunga berwarna pink yang ada di taman lalu diberikannya padakau.
"Ini buat Mama. I love you...."
Reaksi pertamaku, mak nyeeeees di hati ini.
"I love you too... Thank you ya sayang."

"Ini hadiah buat apa, sayang?"
"Hadiah..., karena Mama cepet beres-beresnya."

Wow..., dari hal sederhana dia bisa menghargai yang tak kuduga sebelumnya.



emmyrasyid,
seorang mama yang bahagia
 
Copyright (c) 2010 ...Celoteh Adinda.... Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.