Batik Online Shopping Mudah Murah

GRIYA BATIK ADINDA-BATIK ONLINE SHOPPING

Pages

Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Saturday, September 22, 2012

18 September 2012 kemarin adalah hari ulang tahun pernikahan Mama dan Papa yang ke-18.  Selain kami membuatkan nasi goreng special untuk merayakan hari bahagia ini, aku juga menghadiahkan puisi spesial buat Mama dan Papa.
 
 
 
Mama - Papa

Mama ...
Engkau Ratuku 
Engkau yang 
melahirkanku dengan 
kekuatanmu
maafkan kalau
aku berbuat kasar
padamu aku 
berjanji akan
menyayangimu





Papa ...
Engkau Rajaku
Engkau bekerja
keras untukku
kau mencari
nafkah demiku
Engkau rela
memberikan
yang kumau
aku berjanji akan menyayangimu


cipta : Adinda Harum Melati

Sunday, September 02, 2012

Hari ini 29 Nuni 2012 Adinda genap berumur 8 tahun.  

Ada special dorayaki buatan mbak Aya yang dihiasi dengan tulisan dari lelehan coklat "HBD Dinda" , terima kasih mbak Aya sayang.




Ulang tahun kali ini seperti biasa dirayakan bersama keluarga tersayang.  Ucapan dan cium dari Papa, Mama, Mbak Aya, dan Abang Radi.





"Selamat Ulang Tahun Dinda."

Sunday, May 06, 2012

Tadi pagi mbak Aya, kakakku yang cantik masak mie ayam, enaaaaaak deh....
Pagi-pagi Mama sama mbak Aya sudah ke pasar belanja dan aku masih bobok.  Hehehe....
Pulang dari pasar mbak Aya langsung masak.
Aku ikut bantuin sih, bantu ngrecokin. 
Ha ha ha ....

Ini nih hasil masak mbak Aya yang enak itu.


Setelah matang kami makan sekeluarga.
Hmmm yummy .... :)

Friday, April 23, 2010

Ini sebenarnya cerita saat-saat menunggu Papa datang dari Padang naik pesawat di Bandara Soekarno Hatta. Kepergian Papa ke Padang selama 5 hari. Papa dapat tugas 'silat' untuk diskusi 'omong-omong' soal silat dan melihat bagaimana silat di Padang.


Waktu Papa berangkat aku gak mengantar ke bandara, Papa gak tega kalau Mama harus nyetir sendiri (meskipun ditemani aku) saat pulangnya. Kan jauh, kata Papa. Oke deh, nanti waktu Papa pulang siap-siap jemput yaa....

Rasa kecewa gak ngantar Papa terobati dengan kiriman foto Papa waktu sampai di bandara di Padang, dan perjalanan Papa ke tempat penginapan.

Wah, ternyata perjalanan Papa menuju ke Batu Sangkar tempat penginapan Papa tidaklah mulus, karena terganjal oleh parahnya jalan di Lembah Anai karena terjadinya longsor beberapa hari yang lalu. Terpaksa Papa dan rombongan berputar arah lewat Solok yang jarak tempuhnya mencapai kira-kira 200 km, begitu cerita Papa.

Belum genap 2 hari Papa pergi, aku udah kangen Papa, Mama juga udah kangen tuh.... Aku kangen main 'dibanting-banting' Papa. Aiiih, jangan mikir yang nggak-nggak ya. Papa sih ngejatuhin akunya pelan-pelan, di kasur lagi... Tapi aku senang. Kalau sama Mama, Mama gak kuat harus nopang aku di punggung.

Sudah 2 malam ini aku dan Mama telpon Papa, bagaimana Papa di sana. Lumayanlah untuk mengobati rasa kangen....Rasa kangenku, juga kangennya Mama terobati lagi dengan kiriman foto Papa waktu di air terjun lembah Anai.... Memang beda siih dengan saat belum kena longsor, setelah melihat hasil search di internet. Foto dibawah ini didapat dari http://blog.unsri.ac.id/permato/berita/foto-lembah-anai-setelah-bencana-longsor/mrdetail/9223.

Akhirnya tiba juga hari Papa akan pulang. Aku, mbak Aya, Abang Radi, dan tentunya Mama siap menjemput ke bandara Soekarno Hatta. Berita dari Papa pesawat dari Padang akan berangkat jam 15.05. Aku dan rombongan berangkat kira-kira jam setengah 3, lebih cepat setengah jam dari keberangkatan Papa. Karena Mama berjanji akan mengajakku ke lantai atas tempat penjemputan, mau lihat pesawat-pesawat yang datang dan pergi dan melihat kegiatan pekerja-pekerja di bandara.

Ternyata banyak macam-macam nama pesawat (red: maskapai penerbangan). Aku jadi tahu juga, dimana tempat penumpang pesawat menunggu sebelum pesawat datang. Penumpang ternyata harus melewati 'terowongan' untuk mencapai pesawat, begitu juga bila datang dari bepergiannya.


Dan... ada juga mobil pengangkut barang-barang untuk dibawa masuk dan keluar ke dan dari pesawat. Aku sempat melihat ada barang berupa anak ayam yang tercecer, kasihan petugasnya harus memunguti satu-satu, untung tak begitu banyak ayam yang tercecer....

Tuch dia pesawat Papa datang.... Setelah menunggu hampir 2 jam pesawat Papa mendarat juga. Ternyata pesawat Papa berangkat terlambat 1 jam dari jadwal yang ditentukan. Lumayanlah ada waktu buat aku untuk mengeksplorasi bandara lebih banyak lagi.


Mama sudah memperkirakan mendaratnya pesawat Papa, karena ternyata Mama sudah tahu kalau Papa ditunda keberangkatannya. Jadi ketika ada satu maskapai pesawt papa akan mendarat Mama sudah memberi tahuku. "Din, itu lihat ada pesawat yang mau mendarat. Kayaknya itu pesawat yang Papa naiki." Aku benar-benar memperhatikan bagaimana pesawat itu turun dan sampai mendarat. Kemudian berputar arah sambil jalan perlahan-lahan, dan akhirnya berhenti. Tak lama pesawat berhenti, Papa memberi kabar kalau Papa sudah landing. Alhamdulillah, akhirnya Papa sampai kembali dengan selamat. Dan kami siap melepas kangen.

Sunday, January 24, 2010

Aku seneng banget kalau difoto-foto. Kebetulan mamaku kegiatannya menjual batik-batik, ada baju batik untuk anak-anak, untuk mama-mama, untuk papa-papa, untuk opa dan oma juga ada. Selain itu juga ada kain-kain dan macam-macam accesories batik.

Nah, kali ini aku berpose memakai batik-batik yang dijual Mama. Ceritanya jadi model cilik. Klik..., klik..., klik...!! Lucu dan imut kan?




Lain waktu aku juga berpose dengan mbak Aya, kakakku yang cantik dan baik hati. Mbak Aya juga suka difoto-foto. Samaaa aja....



Di bawah ini adalah foto awal mula Mama mengelola batik, aku masih mungil dan selain bersama Mbak Aya aku foto bersama Abang Radi, abangku yang susaaah banget difoto. Abang gak suka difoto katanya. Tapi di sini lumayanlah, Abang mau tertawa lepas, hehehe.... Abangku yang ganteng dan suka jahilin aku kadang aku sampai nangis, tapi aku tetep sayang Abang.


Sunday, August 30, 2009

Hari ini, Sabtu 11 Juli 2009 Kak Pipit jadi Pengantin. Mama dapet seragam, aku dan mbak Aya ga dapet. Akhirnya mama berinisiatif menjahitkan busana untuk aku dan mbak Aya yang sepadan dengan Mama. Seperti ini nih jadinya. Di sini aku foto bareng Kak Hesti, Mbak Aya, Tante Nani, Tante Jijah, dan tentu saja Mama-ku sayang.



Penjahitnya Tante Meta, mamanya dik Putra. Kalau mbak Aya pakai rok panjang aku pakai rok pendek, bahannya sama sih dari bahan songket juga. Mama beli bahan-bahannya di Pasar Mayestik, lumayan harga di sana agak miring. Atasannya pake kebaya modern, sengaja dibuat lengan pendek biar keliatan seger dan khas anak-anak. Cakep kan.... Makasih Tante Meta atas kreasinya.

Aku punya buku "Jakarta Kota Tua nan Menawan". Setelah membacanya aku ingin tahu seperti apa kota tua itu. Liburan kali ini Papa mengajak kami sekeluarga jalan-jalan ke Kota Tua Jakarta yang dituliskan di buku bacaanku. Di sana kami mengunjungi Museum Fatahilah, Museum Wayang, dan Museum Keramik.


Waah, ternyata cuacanya cukup panas saat kami sampai di kota tua. Pepohonan yang jarang menambah makin panas suasana pagi itu. Banyak sepeda-sepeda yang lalu lalang, ternyata itu ojeg sepeda. Pengunjung bisa memanfaatkan ojeg sepeda tersebut untuk keliling sekitar kota tua.


Pertama-tama kami mengunjungi Museum Fatahilah, dari kejauhan tampak gedung yang menjulang tinggi dan ... ada meriam besar, namanya Meriam Si Jagur. Aku seneng banget bisa sampai ke tempat ini.

Di dalam museum banyak informasi yang bisa kita dapat. Selain tulisan-tulisan mengenai kota Jakarta baik itu mengenai asal-muasalnya, kesenian, lingkup daerah, juga ada barang-barang bersejarah yang ditemukan atau yang digunakan masyarakat Jakarta pada saat itu. Selain itu ada pula barang-barang besar seperti lemari, perabotan-perabotan yang dipakai oleh penduduk Jakarta yang tidak hanya yang dipakai oleh penduduk asli tetapi oleh para pendatang juga termasuk di sini oleh para penjajah negeri kita saat itu.




Gedung museum ini sendiri juga merupakan bangunan tua yang dibangun oleh pemerintah Belanda saat itu. Bentuk bangunannya tinggi, jadi tidak heran kalau pintu-pintu dan jendela-jendela yang ada tampak besar dan tinggi. Aku sempat berpose di salah satu pintu yang ada di lantai atas gedung. Coba saja lihat, hendel pintunya saja tepat di atas kepalaku.




Di salah satu ruangan bawah museum ditempatkan pula contoh dapur orang-orang Jakarta atau biasa disebut orang Betawi jaman dahulu. Di jaman sekarang mungkin sudah punah ya, hanya tinggal segelintir orang saja yang masih memakai dapur model seperti ini. Di sini mbak Aya tampak takjub membayangkan dapur orang Betawi di jaman itu.




Sementara itu di luar bangunan di bagian belakang dan depan juga ada bangunan-bangunan bersejarah seperti Meriam Si Jagur.





Usai dari Museum Fatahilah kami menuju Museum Wayang, yang letaknya tak berjarak jauh. Masih di sekitar lingkungan pelataran luas tersebut. Tetapi di sini akhirnya aku tidak berani masuk, aku gak berani melihat bentuk-bentuk wayang yang ada. Mungkin lain waktu aku sudah lebih berani. Di sini Abang Radi sempat berfoto dengan salah satu patung wayang.

Perjalanan kemudian kami lanjutkan ke Museum Keramik yang letaknya agak jauh dari kedua museum yang sebelumnya. Kami harus menyebrangi jalan raya untuk sampai ke museum tersebut. Di dalam museum ini banyak keramik-keramik, gerabah-gerabah kuno, juga lukisan-lukisan pelukis terkenal Indonesia.

Ada yang menarik di luar museum ini, ada banyak rumah rayap yang tinggi-tinggi. Subhanallah, Allah menciptakan makhluk kecil yang tak diberi akal seperti manusia tetapi diberi naluri kepandaian membuat bangunan yang artistik. Aku sampe terkagum-kagum tuh....

Bila kita keluar ke pelataran museum tampak dari kejauhan Stasiun Kota, stasiun kereta api yang sudah lama berdiri dan sampai sekarang masih beroperasi.Perjalanan ini ke kota tua kali ini sungguh mengesankan bagiku. Paling tidak aku sudah tahu dimana kota tua Jakarta yang selama ini hanya aku tahu dari buku. Mungkin nanti kalau aku sudah SD aku akan minta diajak ke sini lagi, agar aku lebih paham mengenai kekayaan budaya dan wisata Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya.


Terima kasih Papa telah mengajak kami sekeluarga jalan-jalan ke tempat yang bersejarah dan bermanfaat.







 
Copyright (c) 2010 ...Celoteh Adinda.... Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.