Batik Online Shopping Mudah Murah

GRIYA BATIK ADINDA-BATIK ONLINE SHOPPING

Pages

Showing posts with label tumbuh kembang. Show all posts
Showing posts with label tumbuh kembang. Show all posts

Saturday, September 01, 2012

Buka-buka folder foto lama Dinda.  Ternayata sebelum usia tiga tahun Dinda sudah berani manggung (baca: tampil di panggung).  Acara manggung ini sebenarnya acara Lomba Foto Balita untuk anak-anak Balita dan Lomba Fashion Show untuk anak-anak usia yang lebih besar yang diadakan di ITC Permata Hijau.  Tetapi untuk menyerahkan hasil foto kalau si anak mau disarankan 'berlagak' fashion show gituu..  hehehe...

Ini dia gaya Dinda yang berani tampil dengan pedenya.  Sambil membawa foto diri Dinda berlenggak-lenggok bergaya peragawati cilik.  Cieee cieee ....  Ini tampil tanpa didampingi Mama loh, Mama menunggu di pinggir panggung aja. Good girl !!

Nah, kalau foto-foto di bawah ini salah duanya (2 foto maksudnya) yang diserahkan kepada dewan juri.  Ini hasil foto di studio.  Untuk menjadikan hasil yang memuaskan perlu kesabaran ekstra untuk menunggu mood Dinda yang datang dan pergi.  Hmmmm namanya juga anak kecil ya?  Tapi hasilnya ..., lihat saja.  Silakan....







Dalam model ini Dinda pakai batik loh,  spesial pakai batik produksi Griya Batik Adinda toko batik Mama.  Agar keliatan girly di foto pertama Dinda memakai dress panjang berpita di bagian belakang pinggang dan untuk foto yang kedua Dinda terlihat santai dengan stelan atasan+celana bahan kaos.


 


Thursday, August 12, 2010

Akhirnya aku lulus juga dari TK.  Ini nih buktinya aku lulus.  Aku sudah menerima ijazah dari sekolahan TK ku.  Mmmmm..., tambah gede ya aku.


Dan mulai tanggal 12 Juli 2010 aku resmi menjadi murid SD  di Bina Insan Mandiri.  Ternyata aku bisa bersama-sama sekelas dengan teman TK ku yang lama, bersama Feli dan Olla.  Duh, senangnya bisa bertemu lagi teman-teman lama.

 

Sekolah baruku ini luas, tapii gak ada mainannya lagi.  Adanya lapangan yang luas, ring basket, kelas yang berderet-deret dan tingkat.  Kelasku sih ada di lantai bawah jadi gak perlu capek-capek naik ke atas.

Kelas satu ternyata ada dua kelas dan aku dapat kelas I-Shofa.  Dalam kelasku juga cukup luas dan ada ac-nya, asyiiik...jadi gak kepanasan nanti aku.  Tiap murid duduk sendiri-sendiri di satu bangku dan mendapat satu-satu meja tetapi oleh bu guru tiap dua meja dan bangku didekatkan sehingga di awal-awal sekolah kami tidak merasa jauh dari teman-teman yang lain. Ada loker tempat penyimpanan alat-alat sekolah dan baju yang ditinggal ditinggal di sekolah untuk persiapan baju ganti.  Ada loker lain yang berfungsi untuk tempat menaruh sepatu, jadi selama pelajaran kami tidak beralas kaki kecuali memakai kaos kaki.  Ada satu meja khusus untuk meletakkan bekal kami berupa minum atau makanan.  Ada pula satu karpet untuk kami duduk-duduk makan bersama atau bermain bersama teman-teman dan bu guru.

Awal masuk sekolah aku duduk dekat-dekat dengan Olla dan Feli.  Di kelasku muridnya berjumlah 23 siswa (laki-laki dan perempuan) dan gurunya ada 2, Bu Ela dan Bu Nia.

Yang pasti aku senang menjadi murid Sekolah Dasar seperti Abang Radi dan Mbak Aya dulu.  Aku akan bawa buku-buku pelajaran ke sekolah dan akan mendapatkan PR nantinya dari bu guru. 



Monday, May 03, 2010

Malam ini sebelum tidur Dinda dan Mama ribut soal posisi tidur.

Dinda: "Aku maunya ngadap begini." (red Mama: maksud Dinda melintang sehingga dia bisa melihat ke arah boneka-bonekanya berjajar).

Mama: "Emang kenapa?"

Dinda: "Supaya aku bisa ngawasin boneka-bonekaku ku.Supaya kalo ada yang bangun aku bisa tahu."

Mama: "Gmana tahu bangunnya."

Dinda: "Gak tahuu...!"

Catatan Mama: Anak punya dunianya sendiri untuk mengekspresikan apa yang dia rasa dan mau. Baginya boneka-boneka adalah sama dengan manusia, mereka punya hati, punya rasa, serta layak menangis seperti dirinya. Dinda..., Dinda....
Bermain saat mandi adalah ritual yang sangat menyenangkan buat Dinda. Bermain dengan beraneka ragam bentuk wadah, sendok, air, dan hampiir selalu memakai sabun. Hmmm..., kalau dibiarkan bisa satu jam lebih Dinda di kamar mandi. Mainnya satu jam, mandinya cuma lima menit.... Hihihi...

Sabun cair dicampur air diaduk-aduk, jadilah menu special dalam dunia khayalnya. Tak ada sabun cair sabun kotak pun bisa dimanfaatkannya, direndam dalam gayung. Atau bisa juga shampoo yang kena sasaran. Wes..., pokoknya jadi juru masak handal di kamar mandi.

Kali ini keluar bawelnya Mama (dasaaar emak-emak...),"Dindaaa..., udah donk sayang mainnya. Udah lama kan di kamar mandi,ntar masuk angin lagi." Ini ngomel sambil masuk kamar mandi.

Begitu sampai kamar mandi, Mama membantu membereskan shamponya, sabun cair, dan bahan-bahan lainnya. Taraaaa.... Haiyaaah, Mama tiba-tiba keluar sungutnya deh....

"Adoooh Dinda..., kok sabunya tinggal sedikit. Heeee.... (pura-pura merengek nangis). Kemarin kata Abang sabun di kamar mandi atas juga habis.... Dinda buat main juga ya?"

"Aku kan cuma pakai sedikit," Dinda berusaha membela diri.

Fiuuuuh..., Mama menarik nafas panjang. Cape deeh....

"Dinda tahu gak, kalau perbuatan Dinda ini pemborosan. Boros...," Mama mulai menjelaskan bahwa perbuatannya kurang tepat.

"Emang boros apa sih?" Dinda balik bertanya.

Nah,loo.... Ternyata Dinda belum paham konsep boros. Mama putar otak untuk menjelaskan makna boros dengan bahasa anak-anak.


"Sabun itu gunanya buat apa sih?" Mama coba bertanya ke Dinda

"Buat mandi," jawabnya dengan polos.

"Betul...," Mama membenarkan jwaban Dinda.

"Boros ituu.... Menggunakan sesuatu dengan berlebihan. Seperti ini nih.... Sabun kan gunanya buat mandi, memakainya cukup ambil sedikit cairan sabun di tangan lalu diusap-usap diratakan ke seluruh badan. Beri air sedikit lagi di badan digosok-gosok, selesai. Lalu dibilas dengan menyiramkan air."

"Tapi aku kan gak cukup sedikit Mah, ga rata di badanku...," Dinda melakukan pembelaan diri kembali.

"Iya, boleh nambah sedikit lagi. Tapi, kalau sudah cukup di badan ya gak usah ditambah lagi."

Mama menambahkan," Dinda bilang sabun buat mandi, berarti bukan untuk mainan kan?"

"Tapi kata Mama sabun bisa untuk (mem)buat mainan gelembung udara?"

"Betul ,bisa untuk buat gelembung udara. Tapi kan gak harus menghabiskan sabun hampir sebotol kan?"

"Dengan memakai terlalu banyak sabun hanya untuk main bukan untuk mandi itu namanya (pem)boros(an). Dinda sekarang ngerti?"

Dinda tersenyum tersipu malu, maniisnya.... Pertanda bahwa dia paham dengan keterangan singkat Mama. Mudah-mudahan kelak Dinda memahami makna boros dengan lebih luas lagi dan tidak menjadi seorang yang pemboros. Amin....

Sunday, April 19, 2009

Orang tua mana yang tidak menginginkan anaknya pandai dan pintar serta tidak menemui satu kesulitan dalam proses pendidikan mereka. Tetapi dalam kenyataannya ada saja kekurangan yang terjadi, meskipun itu hanya sedikit. Tak ada yang sempurna, kecuali pemilik kesempurnaan ini, Allah SWT.

Setiap individu memiliki kelebihan dan sisi yang tidak lebih (kalau bisa dikatakan bukan sebagai kekurangan). Sebagian anak ada yang sangat pandai dalam bidang matematika, tetapi di sisi lain dia mengalami kesulitan dalam menghafal yang berbau sejarah. Atau di lain tempat ada anak yang sangat tekun dalam mengutak-atik barang-barang elektronik, tetapi dia tidak memahami seluk-beluk mengenai tanaman. Kejadian lain lagi, ada anak yang suka sekali membaca dengan kecepatan membaca serta pehaman bacaan yang baik tetapi di sisi lain dia ternyata tak suka dengan bidang gambar-menggambar.

Tetapi sebagai dasar .... anak-anak harus mengenal 2 hal membaca dan menulis. Oleh karena itu di awal pendidikan anak diperkenalkan dengan kedua hal ini. Yang dalam prakteknya ada anak yang lebih cepat membaca(biasanya anak laki-laki) tetapi lebih lamban dalam kemampuan menulisnya, atau sebaliknya ada yang lebih cepat bisa menulis(biasanya anak perempuan), ini menurut penelitian psikologi loh.

Pengenalan membaca dan menulis di era sekarang ini biasanya sudah diperkenalkan pada masa pendidikan di bangku Taman Kanak-kanak(TK), karena tuntutan pendidikan jenjang yang lebih tinggi.

Saat ini Dinda sudah duduk di bangku TK A, Dinda sudah bisa membaca dengan lancar dan menulis dengan tidak lancar. Di sinilah masalahnya, kenyataannya Dinda sangat enggan kalau belajar yang berhubungan dengan hal-hal menulis, sedangkan teman-teman sekelasnya sudah mampu menulis dengan baik.

Memang dibutuhkan kelapangdadaan orang tua untuk tidak berkecil hati, dalam hal ini khususnya saya sebagai mamanya yang sering berhubungan langsung dengan pihak sekolah. Sebagai orang tua kita harus yakin apa pun permasalahannya pasti ada jalan keluarnya. Guru sekolah menjelaskan Dinda cepat bosan menulis, teman-temannya sudah dapat sepuluh baris kalimat Dinda baru satu baris kalimat dengan gaya menulis yang berulang kali dihapus. Lalu saya sebagai orang tuanya harus bagaimana?

Pihak sekolah memberikan beberapa saran untuk melatih motorik tangan Dinda yang mungkin kurang luwes sehingga menimbulkan masalah dalam dia menulis. Beberapa latihan ini berguna untuk melemaskan otot-otot tangan dengan tidak melibatkan pensil atau tidak berhubungan dengan ajakan menulis. Karena hal-hal yang berhubungan dengan menulis sudah membuatnya ’muak’ (bukan dalam arti sebenarnya).

Di bawah ini beberapa saran yang bisa dipergunakan untuk melatih motorik anak yang mengalami keterlambatan kemampuan menulis:

  1. Membuat masakan yang membutuhkan kedua tangan untuk menguleni adonan. Seperti membuat kue putri salju yang membutuhkan tangan untuk menguleninya dan membentuknya.
  2. Mengepel lantai dengan menggunakan lap lantai, tidak dengan pel sodok. Dengan menggosok-gosokkan tangan di lantai membuat kedua tangannya lemas.
  3. Mencuci pakaian dengan menggunakan tangan. Kegiatan mengucek baju sanagat melatih otot-otot tangannya.
  4. Bermain stempel tangan dengan cat warna. Cat warna yang mungkin dicampur atau tidak dikacau-kacau dengan tangan. Tangan yang sudah penuh dengan cat warna kemudian di tempelkan pada selembar kertas, jadilah stempel tangan. Tentunya harus diperhatikan jenis cat warnanya yaitu cat warna yang non toksin agar aman untuk anak-anak.
  5. Bermain congklak. Kegiatan mengambil dan meletakkan biji congklak seirama dengan menutup dan membuka tangan saat kita menulis.
  6. Bermain karet cutik. Permainan ini sangat membutuhkan konsentrasi tangan dalam mencutik karet gelang seirama pula dengan ’ketenangan’ tangan kita saat menulis.

Saat ini Dinda sedang menjalani terapi motorik tangan ini untuk melancarkan kemampuannya menulis. Semua ini memang tidak bisa hanya dilakukan di sekolah tetapi kegiatan di rumah yang intensif kemungkinan akan sangat membantu. Semoga berhasil. Amiin.


Saturday, December 06, 2008




Aku dalam perut Mama kira-kira umur 5 bulan.

Baru umur sehari, masih di boks rumah sakit, bobok ajah....




Umurku baru 2 hari di dunia, merem aja gaya.... Baru pulang dari rumkit nih.






2 bulan udah bisa mulai gaya.







Ini gigiku.









Yaaa..., ngompol deh.









Umur 8 bulan




 
Copyright (c) 2010 ...Celoteh Adinda.... Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.